Simak Proses-Proses Pengolahan Logam Yang Perlu Diketahui

Proses Pengolahan Logam

Metalurgi adalah Ilmu dan teknologi mengekstrak logam-logam dari bijihnya atau senyawa amalgamnya serta persiapan untuk aspek kegunaannya. Biasanya proses pengambilan logam dari bijihnya melibatkan tiga tahap utama yaitu (1) penambangan dan penyiapan bijih, (2) Tahap produksi logam dan (3) pemurnian logam.

1. Penambangan dan penyiapan bijih

Setelah proses penambangan as dilakukan tahap penyiapan bijih, dimana mineral dipisahkan dari materi pengotor, limbah –biasanya lumpur dan mineral silkat- dengan metode flotasi. Pada proses ini bijih mentah secara halus digerus dan ditambahkan ke dalam air yang berisi minyak dan deterjen. Setelah diaerasikan bijih tersebut terbawa keatas oleh busa deterjen yang kemudian dikeringkan untuk mendapatkan bijih matang.

2. Produksi logam

Karena sifat keelektronegatifan yang sangat rendah logam selalu bermuatan posistif, oleh karena itu proses pengolahan logam bebas dari mineral atau bijihnya adalah mengunakan proses reduksi pada tahap akhir produksinya (lihat Tabel 2). Sebelum dilakukan proses reduksi digunakan teknik-teknik metalurgi agar bijih lebih mudah direduksi menjadi logam bebasnya. Beberapa proses metalurgi yang sering digunakan dalam industri logam adalah pyrometalurgi, hydrometalurgi, elektrometalurgi.

Kebanyakan proses metalurgi dewasa ini menggunakan proses yang disebut pyrometalurgi, prosedur pengolahan logam menggunakan temperatur tinggi. Ada 3 jenis pyrometalurgi yang digunakan dalam industri logam yaitu kalsinasi, pembakaran, pelelehan. Kalsinasi adalah pemanasan bijih pada suhu tinggi sehingga bijih terdekomposisi dengan melepaskan produk gas. Produk gas yang terbentuk bisa sebagai CO2 atau H2O. Kalsinasi karbonat logam sering menghasilkan oksida logam dan CO2 . Sedangkan logam -logam terhidrat terdekomposisi mengeluarkan air. Sebagai contoh:

PbCO3(s) → PbO + CO2
CuSO4.xH2O → CuSO4 + xH2O

Pembakaran adalah perlakuan termal yang menyebabkan reaksi kimia antara bijih mentah dan atmosfir tungku pembakar biasanya O2. Proses pembakaran yang penting adalah oksidasi bijih sulfida logam, dimana sulfida logam dirubah menjadi oksida logam, seperti
contoh berikut:

2MoS2(s) + 7O2(g) → 2MoO3(s) + 4SO2(g)
2ZnS(s) + O2(g) → 2ZnO(g) + 2SO2(g)

Bijih sulfida dari logam yang kurang aktif seperti merkuri sulfida dapat direduksi langsung melalui pembakaran menghasilkan logam merkuri bebas

HgS(s) + O2(g) → Hg(g) + SO2(g)

Dalam banyak proses logam bebas juga dihasilkan dengan menggunakan gas pereduksi selama proses pembakaran. Carbon monoksida sering digunakan sebagai gas pereduksi dalam mereduksi oksida logam.

PbO(s) + CO(g) → Pb(l) + CO2(g)

Pelelehan, pada proses ini metrial yang terbentuk pada reaksi kimia dipisahkan dalam dua atau lebih lapisan. Dua lapisan penting yang terbentuk di tungku adalah lelehan logamnya dan ampas. Lelehan logam ini bisa saja mengandung hanya logam tunggal atau larutan dari dua atau lebih logam.

3. Pemurnian Logam

Tahap terakhir dari pengolahan logam adalah proses pemurniannya. Pada proses ini logam mentah atau produk logam yang masih ada pengotor dilakukan proses metalurgi agar meningkat kemurniannya dan komposisi logamnya menjadi lebih jelas. Tujuan dari proses
pemurnian ini agar menghasilkan logam tunggal murni. Namun kadang juga menghasilkan produk campuran yang komponen atom-atomnya terdefinisi, misalnya dalam produksi baja dari besi mentah.

Sumber : BisaKimia

POST REPLY